Prakiraan Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2019

Prakiraan Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2019

Prakiraan Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2019

PayDaySHSG. – Prakiraan Kondisi Ekonomi Makro Tahun 2019 Kondisi perekonomian global yang diperkirakan cenderung melambat atau merosot beberapa tahun kedepan akan berdampak pada kondisi ekonomi negara-negara. Indonesia termasuk salah satu negara berkembang dimana dampak tersebut akan mulai dirasakan pada tahun 2019 mendatang. Pertumbuhan ekonmomi dunia akan bejalan biasa-biasa saja, oleh karenanya itu akan jadi tantangan terbesar untuk dua dekade kedepan yang tidak relatif membaik.

Ekonom bank mandiri dalam media briefing di plaza mandiri mengngkapkan bahwa ada dua negara besar yang menjadi acuan yaitu amerika serikt dan china.  Dua negara tersebut akan mengaami perlambatan pertumbuhan konomi beberapa tahun mendatang. Salah satu penyebabnya dikarenakan industri-industri perdagangan yang mereka bangun sendiri mengalami hambatan dakam perkembangan ekonomi mereka. Pertumbuhan global yang akan berlangsung flat-flat saja membuat beberpa negara akan mengalami beberpa dampak pada kondisi ekonomi negaranya.

Fakta-fakta terkait kondisi ekonomi pada tahun mendatang menurut pemerintah

Kepala ekonom bank mandiri juga menuturkan bahwa dengan banyaknya tantangan global dan perkiraan kondisi dimasa yang aan datang, pihaknya memprediksi pertumbuhan ekonomi indonesi pada tahun 2019 akan mencapai nilai sebesar 5,1 persen. Sementara itu melalui asumsi makro perhitungan RAPBN pada tahun 2019, pemerintah menargetkan pertumbuhan kondisi ekonomi tahun depan sebesar 5,4 persen.

Pada peertumbuhan ekonomi tahun 2018 ini, kepala ekonom menuturkan bahwa pada wal tahun sebelumnya diperkirakan kondisi ekonomi indonesia sebesar 5,3 persen. Namun pada bulan jili kemarin diprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun 2018 ini sebesar 5,16 persen. Hal ini dikarenakan banyak faktor eksternal yang mendukung perekonomian dalam negeri. Adapun sebelumnya badan pusat statistik mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II pada tahun 2018 sebesar 5,27 persen. Angka tersebut tumbuh lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal I pada tahun 2018 yaitu sebesar 5,6 persen.

Terdapat beberapa faktor pendorong dalam pemcapaian pertmbuhan ekonomi kuartal II di antaranya adalah THR dan gaj ke-13 pada PNS. Piklada yang dilaksanakan serentak pada tahun 2018 ini serta panen raya yang bergeser secara berurutan dari bulan februari dan maret hingga ke bulan april dan mei. Pemerintah optimis bahwa pertumbuhan kondisi ekonomi hingga akhir tahun bisa mencapai 5,2 persen dari yang sebelumnya sempat ditargetkan oleh ketua ekonom.

Namun disisi lain para responden ber optimis bahwa kinerja perekonomian indonesia pada tahun 2019 mendatang akan meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya. Responden memperkirakan kondisi ekonomi  indonesia pada tahun 2019 akan tumbuh sebesar 5,38 persen lebih tinggi dari perkiraan tahun sebelumnya yaitu sebesar 5,17 persen. Optimisme responden tersebut dipengaruhi oleh adanya asumsi membaiknya perekonomian dunia. Peningkatan investasi baik dai segi domestik maupun dari segi asing dan peningkatan daya beli masyarakat yang akan terjadi paa ahun 2019.

Tekanan kenaikan harga yang akan terjadi pada tahun 2019 diperkirakan akan mengalami peningkatan dibanding pada tahun 2018. Inflasi pada akhir tahun 2019 diperkirakan sebesar 3,89 peren lebih tinggi dibandingkan perkiraan laju inflasi pada tahun 2018 yaitu sebesar 3,66 persen. Responden menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga komoditas dunia naik dan peningkatan barang juga diatur oleh pemerintah. Sehingga itu menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya laju inflasi pada tahun 2019 mendatang.

Nilai tukar rupiah pada tahun 2019 juga diperkirakan akan mengalami pelemahan atau penurunan kembali. Berdasarkan hasil SPIME triwulan-II pada tahun 2018 mengidikasikan bahwa nilai tukar rupiah pada akhir tahun 2019 mendatang akan berada pada taraf nilai sebesar 13.900,00 rupiah per USD dolar. Taraf ini melemah dibandingkan pada tahun 2018 yang diperkirakan 13.876 rupiah per USD dolarnya. Hal ini juga yang membuang kondisi ekonomi negara kita jauh dari prediksi yang telah ditentukan.

Responden menyatakan bahwa pada tahun 2019 mendatang yang akan mengalami pelemahan nilai tukar antara lain dipengaruhi oleh penguatan ekonomi global dan regional. Ekspektasi pasar internasional terhadap kondsi perekonomian indonesia juga menurun. Sehingga itu membuat para responden menyatakan bahwa kondisi ekonomi indonesia pada tahun mendatang akan jauh berbeda dengan kondisi ekonomi tahun ini.

Disisi lain pemerintah juga tidak ingin menaikkan target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019. Sebab ekonomi global yang terjadi sampai pertengahan tahun depan bahkan bisa sampai akhir tahun akan ada banyak tantangan yang berat terutama dari pemerintah amerika serikat. The fed masih akan terus meningkatkan suku bunga minimal sampai pertengahan bula juli tahun depan. Hal ini juga diperkuat dengan adanya beberapa negara seperti argentina dan turki yang mengalami masalah dalam kondi ekonominya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *