Informasi Mengatur Keuangan di Akhir Bulan

Informasi Mengatur Keuangan di Akhir Bulan

PayDaySHSG. – Mengatur keuangan di akhir bulan untuk karyawan ataupun pekerja memiliki sirklus bulanan dari mulai tanggal memperoleh gaji. Sampai keuangan tersebut habis dan kembali mendapatkan gaji. Cara mengatur keuangan pada setiap individu pun sangat berbeda. tergantung pada style keuangan yang mereka gunakan.

Seorang Freelance dan para Blogger Professional  juga pasti mengatur pemasukannya dengan sedemikian rupa. Namun jika masih berperilaku tidak menentu yang belum mampu menentukan sirklus pendapatan, maka tidak bisa di sebut sebagi professional. Ironisnya ketika Anda sudah paham siklus tadi, maka ada titik nadirnya kala orang bilang “tanggal tua“. Mensikapi tanggal tua di akhir bulan kadang tricky. Niatnya mau berhemat, eh pacar minta jajan. Mau internetan saja dirumah, ternyata kuota abis.

Cara Mengatur Keuangan di Akhir Bulan

Sebagian besar orang yang mengalami defisit uang terlalu cepat dari kewajaran, biasanya disebabkan utang. Makanya saya selalu bilang, bahwa utang adalah karya seni yang harus dihindari sebisaaaa mungkin. Takutnya, jadi roda penderitaan yang susah berhenti.

Biaya hidup yang sudah kita alokasikan, harus benar-benar dihitung. Katakan 50% dari total pemasukan bulanan menjadi uang bulanan, diusahakan cukup untuk bulan tersebut. Wajar jika lima hari terakhir masuk kategori waktu “menderita”, karena persediaan uang bulanan tadi sudah menipis. Tapi kalau sampai lebih dari lima hari, nampaknya ada yang perlu Anda cek.

  • Anggaran Budget

Sampai bosan kan kalau ngomongin soal anggaran, entah itu perorangan, keluarga, sampai negara. Cara mengatur keuangan yang paling vital tuh memang di anggaran, kalau merencanakannya bener, insya Alloh aman. Sementara saya pastikan berantakan apabila perencanaannya ngawur. Kecuali mendapat mukjizat!

Andaikata kalian mengalami tanggal tua lebih cepat sebagaimana mestinya, dan itu terjadi tiap bulan selama setahun berturut-turut… Coba deh perhatikan bagaimana pengaturan duitnya. Apakah memang gajinya sangat sedikit dan kadang lupa bahwa sebulan ada 30 hari?

Kita coba teknik 20:10

Untuk mengoptimalkan pengeluaran, silakan coba membagi uang belanja menjadi dua rekening. Bagian pertama dialokasikan untuk 20 hari pertama, masukkan ke rekening biasa, misal BR*. Dana kedua untuk 10 hari sisanya, ke rekening yang lain, sebut saja Mandir*.

Buku rekening Mandir* beserta atm dan pin banking disimpan saja di rumah, jangan dibawa kemana-mana. Hanya boleh digunakan mulai tanggal 21.

  • Pembagian Keuangan Menjadi 2 

Lanjutan dari teknik budgeting tadi, bersyukurlah untuk kalian yang gajinya dua mingguan. Akan sangat jarang sekali merasa bokek di tanggal tua. Sementara untuk kawan-kawan yang pemasukannya tiap bulan, bisa juga membaginya per dua minggu. Caranya sama seperti saat kita mengoptimalkan pengeluaran dengan teknik 20:10.

  • Dana Simpanan

Dana darurat dan dana cadangan merupakan favorit saya setiap ngomongin perencanaan keuangan. Nominalnya kecil, tapi harus ada di rekening atau investasi lain. Bagaimanapun juga, manusia sering melakukan hal ceroboh yang berakhir dengan konsekuensi finansial.

Untuk dana darurat dan dana cadangan yang berbentuk investasi, saya sarankan cari produk paling liquid. Artinya mudah dicairkan ketike membutuhkan dalam waktu cepat, seperti emas, saham, dan lainnya. Saham bisa jadi dana darurat? Bisa, kalau Anda sudah paham betul. Namun paling ideal memang dana tersebut berbentuk cash di rekening karena pencairan saham lebih dari satu hari.

  • Pegangan Uang Harian

Adapula teknik yang kelihatannya ribet, namun implementasinya sebenarnya mudah. Teknik ini sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua saat kita sekolah dengan diberi uang saku setiap hari. Dengan besaran yang berbeda, kita juga bisa mengimplementasikan teknik ini lhoh. Misal dengan alokasi pengeluaran sebulan sekitar Rp 3 juta, maka kita bisa membagi dengan 30 hari. Hasilnya sehari Rp 100 ribu.

Nah, silakan kalau mau dihabiskan uang Rp 100 ribu tadi setiap hari. Daaan, kita tidak perlu mencatat detail pengeluaran dari Rp 100 ribu tersebut. Bagaimana kalau ada pengeluaran lain yang sifatnya mendadak? Pengeluaran semacam pergi ke bengkel, sumbangan masyarakat, atau apapun di luar pengeluaran rutin Rp 100 ribu tadi, baru dicatat. Lebih ringkas bukan?

  • Masalah Pemasukan

Bila budget tadi dibilang vital, maka pemasukan adalah ruh dari siklus ini. Sebagus apapun budget dibuat, apabila pemasukannya hanya dari gaji yang ngepres bahkan dibawah UMR, maka cara apapun untuk mengatur keuangan akan mentok. Kawan, dulu pas kena problem investasi bodong, bahkan gaji saya minus. Gaji dibawah UMR mah masih mending.

Dan saya juga sering melakukan uji coba. Suatu waktu, rekening diisi uang dibawah UMR, kemudian di tes tuh apa yang terjadi selama sebulan. Berat memang, saya harus akui itu, terlebih untuk para kepala keluarga. Mau tidak mau, Anda harus mencoba mencari sumber pemasukan tambahan. Saya tidak akan ngoceh terlampau banyak disini, karena bukan bidang yang saya kuasai. Tapi ketika hidup sudah masuk ke lingkaran utang, akan berbahaya sekali semua rencana finansial Anda.

  • Pandai Menggunakan Bonus Tambahan

Orang memang memiliki cara mengatur keuangan mereka dengan pendekatan yang berbeda. Namun salah satu kesalahan fatal adalah ketika mensikapi bonus atau penghasilan lain di luar job utama. Langsung dibelanjakan atau kalian gunakan untuk hal yang tidak penting seperti bermain permainan Domino Qiu di sebuah website Ternama http://Presdirqq.com

Berhenti membelanjakan bonus yang diterima saat itu juga. Saran saya, masukan ke tabungan utama, untuk kemudian dikalkulasikan apakah akan dimasukkan ke dana cadangan atau pos lain. Kembali ke rencana, duit yang digunakan adalah uang saku harian tadi.