Tips Mengatur Keuangan Untuk Para Blogger

Tips Mengatur Keuangan Untuk Para Blogger

Tips Mengatur Keuangan Untuk Para Blogger

PayDaySHSG. – Tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional, oleh karena itu Kami menyampaikan selamat hari blogger pada seluruhnya kawan sejawat. Mudah-mudahan makin berkibar serta dapat memberikan literasi yang bagus pada masyarakat.

Pada kali ini akan didedikasikan kepada para blogger sejati, karena jarang ada artikel yang mengangkat pengelolaan keuangan blogger. Cuma dikit blogger keuangan yang mengangkat rumor ini, jadi saat ini kesempatan kami untuk memberi sumbangsih.

Tips Seharusnya  Blogger Mengatur Keuangan

  • Rata-Rata Penghasilan Bogger Perbulan

Tidak seperti karyawan yang sudah dijamin dengan gaji perbulan, blogger termasuk freelancer dengan penghasilan bervariasi. Makin bagus karya dihasilkan, banyaknya job diterima, dan semakin terkenal dia, penghasilannya pun ikut meroket.

Jangan heran kalau ada blogger yang penghasilannya bersaing dengan CEO perusahaan, tapi kaum pecinta mie instan juga banyak banget. Sangat bervariasi!

Adapula masa dimana blogger mengalami pancaroba. Entah karena sedang tidak memiliki inspirasi atau salah pembuatan content seperti conten sexual, perjudian Qiu Qiu dll yang dilarang oleh Pihak Developer, sehingga dompet mengering.

Saran saya nih rekan-rekan, hitung total penghasilan selama setahun kemudian bagi 12. Tidak tahu jumlah penghasilan setahun? Liat di buku rekening atau invoice yang dikeluarkan, kan keliatan dari situ. Misal setelah dibagi 12, ketemu per bulannya Rp10 juta. Angka tersebut menjadi benchmark kita untuk strategi selanjutnya.

  • Mengutamakan Uang Untuk Berkembang

Sebelum pengeluaran lain, saya cenderung ngotot untuk mengajak semua rekan agar semakin memperdalam kemampuan, apapun niche yang ditekuni. Berapa besarnya? Tidak usah terlalu besar, 10-20% sudah cukup untuk mengembangkan diri. Kalau penghasilan 10 juta per bulan, ya 1-2 juta sudah cukup. Bisa turun angka tadi jika penghasilan Anda dibawahnya, yang penting ada dan rutin. Dana tersebut bisa digunakan untuk membeli buku berkualitas, mengikuti pelatihan, atau keperluan belajar lain.

Pengeluaran pendidikan saya fokuskan untuk beli buku yang sebagian besar cukup mahal karena berasal dari luar dan mengikuti seminar. Niche keuangan salah satu bidang dengan perkembangan sangat cepat, ditambah disruptive technology. Entah rekan-rekan sadari atau tidak, tapi blogosphere menuntut karya lebih dari kita semua. Jika ada orang bilang bahwa blogger sudah banyak banget, coba hitung berapa blog yang mati? Tidak sedikit, kawan!

Tulisan dan gambar sudah tidak cukup, infografis juga dianggap usang. Banyak orang mengharapkan video grafis di blog kita, saya sendiri sudah meluncurkan 6 video untuk mendukung tulisan di blog keuangan Diskartes. Jika dari sisi tampilan kita masih cuek, sementara malas mempelajari SUBSTANSI niche yang kita tekuni, lantas kenapa orang mau berkunjung ke blog kita?

  • Pengeluaran Rutin dan Dana Simpanan

Soal pengeluaran rutin tentu Anda sudah mengetahuinya karena dilakukan sehari-hari. Let’s say 50-60% penghasilan rata-rata bulanan kalian. Di dalamnya ada bagian investasi yang disesuaikan dari pendapatan tadi. Sekali lagi bukan masalah banyak, tapi konsistensi dan niat.

Yang mau saya tekankan disini adalah dana cadangan, mengingat sifat pekerjaan blogger tidak menentu. Kita tidak bicara kemalangan atau sakit, bayangkan saja Anda tidak mendapat job selama tiga bulan berturut-turut. Jika tanpa uang cukup, hidup pasti menderita dan masuk ke lingkaran utang nan kejam.

Pastikan Anda sudah memikirkan dana cadangan untuk bertahan hidup selama 6 bulan minimum, idealnya bisa survival 12 bulan. Saya tidak menyarankan untuk mengalokasikan bulanan untuk para blogger, tapi ketika penghasilan sedang banyak, segera tutupi dana cadangan yang dibutuhkan.

Contohnya:
Adel adalah travel blogger, pengeluaran bulanan Rp 5 juta. Jadi dana cadangan minimum adalah Rp5 juta dikali lima, ketemu Rp 30 juta. Kejar duit Rp 30 juta tersebut agar minimum selalu ada di rekening Anda.

Misal di bulan tertentu Adel punya job berlebih sehingga bisa saving tinggi, coba masukkan langsung Rp 10 juta ke dana cadangan, sehingga jumlah tersebut lekas tertutupi. Semakin cepat semakin baik.

  • Blog Tempat Menghasilkan Uang dan membuang Uang

Bikin blog memang murah, tapi merawatnya tidak boleh murahan. Saya menganggap blog adalah legacy, persembahan seorang Diskartes pada dunia. Terkesan lebay, tapi kalian pasti merasakannya. Kalian mencurahkan otak kalian agar dibaca masyarakat, memetik manfaat, tumbuh menghasilkan uang buat blogger. Sadar atau tidak, kita take and give. Dan ketika saya mendapat penghasilan lebih, saya masukkan ke dalam akun “bonus”.

Bonus inilah yang kemudian saya jadikan tambahan untuk mengupgrade blog, mulai dari tampilan, engine, sampai kartun-kartun agar pembaca nyaman dan blog jadi keren. Yups, saya bukan desainer, jadi segala video dan infografik jelas menggunakan software berbayar yang dibiayai dari “bonus”. Begitu pula dengan template, landing page, bahkan engine-nya. Saya membuang uang ke blog, ternyata blog menghasilkan uang untuk saya. Begitu seterusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *